Manasik Haji di SMAN 20 Bandung

BANDUNG, (PRLM).- Sebanyak 370 siswa kelas X SMAN 20 Bandung mengikuti prosesi manasik haji atau peragaan pelaksanaan ibadah haji sesuai dengan rukun-rukunnya. Mereka mengenakan pakaian ihram berwarna putih menyerukan bacaan talbiyah yang diserukan oleh para siswa dari Mesjid Istiqomah menuju SMAN 20 di Jln. Citarum, Kota Bandung, Rabu (15/5/2013).

Para siswa perempuan berjalan di depan kelompok siswa laki-laki menuju Kab’bah tiruan di tengah lapangan basket yang disimulasikan sebagai Hajar Aswad. Para siswa pun melakukan thawaf atau mengelilingi Ka’bah tujuh putaran. Selanjutnya para siswa pun melakukan peragaan sholat dua raka’at di belakang maqom Ibrahim.

Selanjutnya tahapan menuju bukit Shofa kemudian berlari-lari kecil antara bukit Shofa dan Marwah. Bahkan juga dilakukan prosesi tahalul atau mengunting rambut sedikit seolah selesai Sa’i di bukit Marwah. Setelah menyelesaikan tahapan umroh.

Para siswa pun beristirahat dan kemudian akan dilakukan peragaan haji dengan berjalan kaki ke Taman Cilaki seolah menuju Mina. Pelaksanaan manasik haji di SMAN 20 dikemukakan Sekeretaris Pelaksana Agus Hamdan sebagai kegiatan tahunan wajin untuk siswa kelas X.

Tujuan acara sesuai dengan misi dari SMAN 20 untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan. Para siswa diharapkan dapat menghayati nilai-nilai haji dan umroh. “Dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islama ada kompetensi dasar tentang haji dan umroh. Pembelajaran PAI pun tidak hanya secara teoritis di kelas tapi diperagakan untuk mendalami nilai-nilai haji dan umroh,” kata Agus yang juga guru PAI SMAN 20 itu. Agus menambahkan ibadah haji pada hakekatnya termasuk rukun Islam dan wajib hukumnya bagi yang mampu. Untuk itu kesadaran untuk menunaikan ibadah haji amaupun umroh tepat dibangun sejak dini.

Manasik haji di sekolah jadi bekal dan memberi motivasi kepada para siswa. Bagi salah seorang siswa SMAN 20 Fahri Adi (15), pelaksanaan manasik haji di sekolah dapat semakin mengingatkan pada tata cara haji atau umroh yang pernah diberikan ditingkat TK. “Waktu dulu pernah juga manasik haji tapi sudah lupa karena masih kecil. Mungkin di SMA sekarang bisa jadi pembelajaran dan bekal siswa menumbuhkan motivasi melaksanakan umroh atau haji,” katanya.

Meskipun tidak banyak yang berubah dalam pelaksanaan manasik haji, Kepala SMAN 20 Bandung Asep Turniawan mengatakan setiap tahunnya terus dilakukan penyempurnaan. Jika pada tahun sebelumnya ada tahap yang terlewat dan tidak dipraktekan maka tahun berikutnya diperbaiki. “Setiap tahun kami terus sempurnakan. Target membekali anak agar dapat mengipmlementasikan misi keimanan dan ketakwaan baik di sekolah, rumah maupun di masyarakat,” kata Asep. (A-208/A-107)***

 

Sumber berita :

  • https://www.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-01144530/manasik-haji-di-sman-20-bandung
Komentar

Related Post

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*